Dalam Tes Medis setiap pemain akan dianalisa kondisi kesehatannya

Tes Medis Pemain di Liga Premier Inggris

Mendatangkan pemain yang bukan dari didikan atau akademi klub sendiri ibarat membeli mobil bekas menurut Dave Fevre. Sosok pria yang merupakan tim fisioterapis Manchester United dan Great Britain Rugby League tersebut memang mengibaratkan bahwa membeli pemain di Liga Premier Inggris benar-benar tidak bisa sembarangan karena terdapat banyak syarat dan aturan yang harus dipenuhi.

Untuk itu Dave mengatakan bahwa mengecek kondisi pemain sebelum bergabung merupakan hal yang wajib. Tes Medis, itulah yang menjadi prosedur wajib setiap klub yang hendak mendatangkan seorang pemain. Karena pada dalam mendatangkan pemain, setiap tim pasti ingin mengetahui kondisi pemain secara secara fisik sebelum membuktikan kemampuan dan mental mereka di lapangan.

Karena kondisi variabel dari manusia yang pasti akan berubah baik itu dari umur, stamina, kecepatan, maka diperlukanlah tes medis. Ini berguna untuk menghasilkan data kuantitatif (berbentuk angka) yang akan menjadi bekal untuk dianalisis apakah sang pemain memang layak untuk bergabung dengan klub tersebut atau tidak. Kita semua tentu tau bahwa mendatangkan pemain menghabiskan dana yang tidak sedikit.

Sebagai Uji Kelayakan dan Analisis Resiko

Pemain menjalani Tes Medis sebelu bergabung dengan tim
Pemain menjalani Tes Medis sebelu bergabung dengan tim

Pada sebuah wawancara eksklusif dengan media setempat Dave Fevre pun memberikan pengertian mengapa Tes Medis itu penting, “Setiap klub pasti menginginkan pemain yang siap tampil tanpa memiliki masalah kesehatan yang tidak diketahui. Oeh karena itu tes medis sangat penting untuk untuk mengecek mulai dari persentase lemak tubuh hingga kadar volume maksimal oksigen pemain saat melakukan kegiatan berintensitas tinggi. Intinya untuk mengukur seberapa jauh kondisi dan kesiapan fisik para pemain.”

Dalam tes medis, ternyata ada sejumlah elemen penting yang wajib diterapkan. Salah satunya adalah cek kesehatan jantung. Ya, tes ini menjadi populer usai kasus serangan jantung menimpa Fabrice Muamba. Kini sebagian besar klub akan lebih memperhatikan hal tersebut karena mereka ingin terhindar dari kasus yang sama. Sebab klub akan menanggung tanggung jawab moril dan materil yang luar biasa jika ada pemain aktif mereka yang sampai meninggal.

Begitupun dalam hal waktu transfer. Dave menyebutkan bahwa waktu transfer juga akan sangat mempengaruhi beberapa hal, “Untuk transfer tengah musim, setiap klub akan mencari pemain yang sudah dalam kondisi fisik siap. Jarang sekali ada sebuah klub yang merekrut pemain yang sedang mengalami cedera pada bursa transfer bulan Januari. Meski ada beberapa, namun hal tersebut sangat jarang terjadi.”

Jenis Pengecekan Kondisi Pemain dalam Tes Medis

Dalam Tes Medis setiap pemain akan dianalisa kondisi kesehatannya
Dalam Tes Medis setiap pemain akan dianalisa kondisi kesehatannya
  • Jantung dan Kesehatan
    Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan EKG. Pemain juga diminta untuk tes urine guna mendeteksi gejala penyakit diabetes.
  • Stabilitas Muskuloskeletal dan Isokinetis
    Pemain diminta untuk melakukan gerakan sederhana seperti squats, hop tests dan lunges guna menganalisa tingkat ketahanan otot dan sendi seperti hamstring, paha dan betis yang kemungkinan besar rentan cedera dalam permainan sepak bola.
  • Pemindaian
    Untuk menganalisis riwayat cedera, tim medis akan meminta pihak rumah sakit melakukan resonansi magnetik atau pemindaian USG. Pemindaian dapat digunakan untuk memeriksa mayoritas otot dan sendi di kerangka manusia.
  • Kadar Lemak Tubuh
    Tes dilakukan dengan menggunakan teknologi Impedansi Bioelektrik. Kadar lemak tubuhsekitar 10 persen merupakan rata-rata ideal yang dimiliki oleh pemain sepakbola profesional.
  • Tes Lari Ergometrik
    Dalam tes ini klub bertujuan untuk mencari tau sampai mana kemampuan pemain dalam hal berlari. Pemain diminta untuk berlari dengan target standar 20 meter di bawah tiga detik.