Mitos Seks Sebelum Pertandingan Sepakbola

Mitos merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Begitupun dalam kegiatan olahraga, khususnya sepakbola. Industri sepakbola saat ini memang telah memasuki masa modern. Namun meski begitu, ternyata olahraga sepakbola juga tidak lepas dari mitos-mitos.

Cukup banyak mitos yang berkembang dalam kegiatan sepakbola. Dari mitos yang terkesan mistis seperti mengencingi tiang gawang, memakai jimat (kalung, gelang, dan sebagainya) hingga ritual-ritual pribadi khusus yang dilakukan oleh pemain. Cukup menggelitik memang fenomena mitos dalam sepakbola ini.

Dan satu lagi fenomena mitos yang tidak kalah menarik dalam sepakbola. Yaitu mitos yang mengatakan bahwa berhubungan seks sebelum pertandingan akan berdampak pada kualitas permainan. Benarkah demikian? Sebagian orang percaya ini, namun tidak sedikit juga ilmuwan yang membantahnya dengan sains.

Seks Sebelum Bertanding, Baguskah Untuk Kesehatan?

Seks sebelum bertanding disebut baik untuk performa para pemain
Seks sebelum bertanding disebut baik untuk performa para pemain

Sebelumnya alasan mengapa saya menulis artikel ini adalah karena saya teringat masa puber saya. Tadinya saya hanya sedang menonton video kompilasi skill pemain sepakbola, lalu saya teringat perkataan teman saya waktu saya remaja, “Pemain bola itu bisa larinya cepat karena sebelum bertanding mereka pasti seks dulu sama istrinya”

Saya yang pada waktu itu belum mengerti pun hanya mengiyakan saja. Lalu setelah ingat akan kejadian tersebut saya pun langsung mencari di internet. Apakah sebenarnya seks sebelum bertanding itu memiliki manfaat bagi para pemain sepakbola? Atau justru berdampak buruk bagi performa para pemain?

Tetapi bukan berarti juga hal tersebut (seks sebelum bertanding) bisa jadi tidak berpengaruh apa-apa bagi performa para pemain bukan? Dan setelah saya mencari artikel tentang ini di internet, saya bisa dibilang lumayan puas tapi tidak begitu puas juga. Mengapa demikian?

Ternyata dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa ternyata seks tidak memiliki pengaruh pada performa bertanding para atlet.  Penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa hal ini idak akan berefek negatif pada fisiologi dan performa atlet ASALKAN dilakukan 10-12 jam sebelum pertandingan. Selain dari itu, semua hanyalah mitos yang berkembang di masyarakat.

Mitos-Mitos Lainnya Dalam Sepakbola

Banyak mitos berkembang dalam dunia sepakbola
Banyak mitos berkembang dalam dunia sepakbola

Selain mitos berhubungan seks sebelum bertanding, ternyata banyak juga mitos-mitos lainnya dalam dunia sepakbola. Dari sekian banyak mitos-mitos tersebut, banyak yang hanya merupakan kepercayaan atau sugesti saja. Meski begitu, ternyata ada juga dari beberapa mitos tersebut yang terbukti secara ilmiah.

Apa saja mitos yang ada dalam dunia sepakbola? Berikut adalah daftarnya:

  • Makanan Tak Pengaruhi Performa
    Selama ini banyak sekali pemain sepakbola lokal tidak memperhatikan nutrisi makanan mereka. Padahal untuk mencapai suatu performa, semua bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi.
  • Minuman Olahraga Lebih Baik Dari Air Putih
    Banyak yang menyebutkan bahwa mengkonsumsi minuman olahraga lebih baik ketimbang air putih. Namun nyatanya, banyaknya kandungan gula dan garam yang sulit dicerna dalam tubuh, membuat minuman ini tidak lebih baik dari air putih.
  • Minum Air Es Usai Bertanding
    Air dingin ternyata tidak terlalu bahaya usai kita berolahraga asal kita meminumnya secara sedikit demi sedikit. Masuknya jumlah air dingin secara perlahan-lahan membantu pusat syaraf kita menyesuaikan suhu dingin yang masuk. Ini terjadi karena usai berolahraga tubuh kita berada dalam suhu yang tinggi, akan berbahaya apabila menglami perubahan suhu yang terlalu drastis.
  • Mengunyah Permen Karet Saat Bertanding
    Kasus seperti ini banyak sekali ditemui di dalam lapangan. Namun taukah anda ternyata kebiasaan ini tidak baik dilakukan. Karena adanya permen karet dalam mulut dapat mengganggu pola pernapasan kita. Belum lagi resik tersedak yang ada.