Do and Don’t Jika Cedera Saat Bermain Sepakbola

Cedera tidak bisa dipisahkan dari hal bernama olahraga, terutama olahraga sepakbola. Ketidakmampuan organ tibuh menahan benturan sehingga menimbulkan trauma pada jaringan tubuh tertentu (otot, tulang, kulit, dsb.) adalah penyebab mengapa cedera itu bisa terjadi. Cedera bisa terjadi akibat benturan tunggal bisa juga karena benturan antara dua pemain.

Dalam menangani cedera setiap panitia penyelenggara pertandingan selalu menyediakan tim medis. Ini merupakan salah satu bentuk tanggungjawab penyelenggara untuk melindungi para pemain dari cedera. Para tim medis biasanya memberikan pertolongan pada pemain yag cedera, selanjutnya para pemain cedera ditangani oleh tim dokter klub sampai kondisi benar-benar pulih.

Namun taukah anda, ternyata dalam penanganan cedera tidak boleh sembarangan. Ada hal-hal yang sebaiknya dilakukan namun ada juga yang tidak diperbolehkan dilakukan ketika menangani cedera. Ini merupakan hal yang penting, mengingat dalam situasi ini sangat rentan bagi penderita cedera. Jika salah penanganan maka akan mempersulit proses penyembuhan yang dilakukan tim dokter.

Tips Pertolongan Pertama Pada Cedera

Cedera merupakan resiko pekerjaan seorang pemain sepakbola
Cedera merupakan resiko pekerjaan seorang pemain sepakbola

Ketika menemukan sebuah kasus cedera, apalagi jika cedera yang lumayan parah. Biasanya orang-orang di sekitar akan terlihat panik, tidak tau harus berbuat apa. Padahal jika tau cara untuk menanganinya, memberikan pertolongan pertama kepada cedera tidaklah sesulit yang  dibayangkan. Berikut adalah tips memberikan pertolongan pertama kepada cedera saat bermain sepakbola:

  • Protect
    Segera lindungi bagian kaki yang terkena cedera. Jangan biarkan sembarang orang menyentuh apalagi sampai berusaha memijatnya. Sebab jika salah penanganan malah akan memperburuk cedera yang dialami. Beri ruang kepada penderita, lalu segera panggil tim medis.
  • Rest
    Istirahatkan bagian kaki yang cedera. Coba bernapas dengan rileks dan mengatur denyut jantung untuk mengurangi adrenalin. Serta hindari gerakan berlebihan dan tiba-tiba untuk menghindari cedera yang lebih parah.
  • Ice
    Kompres bagian kaki yang cedera dengan es, baik dengan es batu, cold pack atau etil spray segera. Ini bertujuan menutup pembuluh darah tidak terbuka lebar, agar area pendarahan dipersempit sehingga kerusakan jaringan juga menjadi lebih kecil.
  • Compression
    Tekan pada area dimana terkena cedera. Pemberian tekanan ini bertujuan untuk mengurangi nyeri dan meminimalisir terjadinya pembengkakan. Namun sebaiknya dilakukan oleh para ahli (tim medis).
  • Elevasi
    Mengangkat area yang terkena cedera sampai berada di posisi yang lebih tinggi dari posisi jantung. Hal ini bertujuan untuk memperlancar peredaran darah kembali ke jantung sehingga meminimalisi resiko bengkak.

JANGAN Lakukan Ini Kepada Seseorang Yang Cedera!

Jangan lakukan empat hal ini kepada pemain yang cedera!
Jangan lakukan empat hal ini kepada pemain yang cedera!

Jika dalam penanganan cedera kita mengenal metode PRICE (Protect, Rest, Ice, Compress, Elevate), maka kali ini untuk hal yang sebaiknya tidak dilakukan kepada penderita cedera. Metode ini biasa disebut dengan HARM. Harm merupakan singkatan dari Hot, Alcohol, Run dan Massage.

Berikut adalah penjelasan singkat tentang HARM:

  • Hot
    Jangan memberikan terapi atau aplikasi apapun yang bersifat panas seperti air panas, balsem, minyak atau lain sebagainya. Pemberian panas pada area yang terkena cedera konon dapat membuat peredaran darah membuka/melebar. Dan hal itu artinya area pendarahan akan meluas.
  • Alcohol
    Jangan sekali-sekali menaruh alkohol pada bagian cedera, khususnya luka terbuka pada bagian permukaan kulit. Alkohol mempunyai sifat panas, sedangkan panas tidak boleh diberikan ketika cedera awal.
  • Run
    Jangan memaksakan diri untuk tetap berlari jika sudah terkena cedera. Cedera yang tidak seberapa akan bertambah buruh jika anda memaksakan diri.
  • Massage
    Pijat yang diberikan pada fase awal akan menambah kerusakan pada jaringan yang terkena cedera. Apalagi apabila dilakukan bagi yang bukan ahlinya.